Ada Hantu Di PRJ, Buktikan Di Wahana ‘Penjara Setan’

Bila anda tak percaya hantu itu ada, cobalah buktikan dengan  mengunjungi rumah hantu ‘Penjara Setan ‘ di area  Pekan Raya Jakarta (PRJ)  yang hadir hingga 17 Juli mendatang. Di PRJ hiburan semacam ini agak lain, sebab biasanya pertunjukan seni  mulai musik tari dan lainnya meramaikan pameran terbesar dan terlama di Indonesia ini.      

Di area  700m2, ada 12 ruangan yang masing-masing memiliki tema dan kejutan yang bermaksud  memberi pengalaman  hiburan  dengan membangkitkan sensasi menegangkan. Sehingga disinilah anda memahami definisi kata ngeri, takut, dan seram yang sesungguhnya.

Sensasi ngeri itu dihadirkan melalui kekuatan alur cerita yang terintegrasi dengan tata rancang ruang berkonsep tematik, sistem audio dan tekhnologi D Chromadeph dan real environment.  Ada beberapa kejutan yang ditampilkan melalui ragam atraksi tata cahaya UV (Black Light) , lampu berkedip ( Flash Strobo), efek ruang sempit, kabut asap, dan suara rintihan para hantu. Hmmm…Tapi jangan khawatir, untuk mereka yang takut disediaan  ‘pintu penakut’ maksudnya  kalau pegunjung  merasa ketakutan dan ingin segera keluar wahana ada pintunya.

Menurut Deny Darko, mentalist dan inisiator wahana ini, hantu atau sihir akan jadi nyata kehadirannya kalau kita percaya. Sihir atau hantu menyesuaikan dengan orang yang dijumpai. Misalnya kalau ada orang yang berpendapat sulap itu trik, maka akan dibuat magic itu real atau sebaliknya. Jadi  yang dinaikturunkan itu ketidakpercayaan orang .

Wahana ini tentu akan memberikan pengalaman yang berbeda pada setiap orang. “Kalau dia percaya rumah setan itu real, setelah keluar wahana baru paham, ooh ternyata nggak kok ini hanya rumah hantu saja,” kata Deny  pada jumpa pers di PRJ (16/6). Kalau orang yang tidak percaya  setan itu ada misalnya maka ketika keluar ditanya ada berapa setan, mungkin akan menjawab jumlah lebiih sedikit dari yang dilihat orang yang percaya adanya setan. Sehingga wahana ini memainkan pikiran orang mengenai keyakinannya pada hantu.

Namun demikian  pesan yang ingin disampaikan melalui atraksi menyeramkan ini adalah hantu itu tidak  perlu ditakuti. Kalau sudah keluar dari wahana ini bisa dipastikan ternyata semua itu tidak nyata. Maka takutlah pada yang nyata seperti takut pada masa depan kalau tidak dipersiapkan misalnya.

“Saya ingin beri tahu bahwa sesuatu itu akan muncul kalau kamu percaya.Hantu sama kayak kesuksesan, akan  muncul saat kita percaya,” tambah Deny. Kehadiran hantu juga terpengaruh oleh  elemen budaya. Kalau di Indonesia dikenal dengan pocong , di negara lain tidak.

Wahana ini tidak selalu dapat ditemui. Rumah hantu  biasa ada saat  fair berlangsung, sebab dia akan menghibur maksimal kalau dia buka secara berkala. Kalau dia buka terus menerus orang  tidak ada yang datang. Rumah hantu diibaratkan seperti discount, dia tidak muncul  terus-menerus.

Tertarik?  Cukup membeli tiket masuk seharga  Rp. 30 ribu per orang, khusus untuk mereka dengan minimal usia   15 tahun ke atas. Anak di bawah umur boleh masuk wahana ini, asal didampingi orang dewasa.(*)