Banyuwangi Siapkan 72 Festival Di 2017

Sebanyak 72 even akan menghidupkan Pariwisata Banyuwangi di tahun 2017.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan ada 7 yang besar yang akan akan digelar yaitu Gandrung Sewu, kebo-keboan alas malang, Banyuwangi karnival setara Jember, kita ada festival BMX internasional, tour dengan Banyuwangi Ijen, internasional win surfing, late orkestra, 10 ribu cangkir kopi (sepuluh ewu kopi).

Dikatakan, dengan adanya event ini jumlah wisatawan ke Banyuwangi akan meningkat. Pada tahun 2010 lalu jumlah wisatawan mancanegara (wisman) hanyta 5.000 orang, namun pada tahun 2016 jumlah wisman mencapai 80 ribu orang. Sedangkan jumlah wisatawan nusantara (wisnus) pada tahun 2010 mencapai 7.500 orang namun pada tahun 2016 sudah mencapai 3,2 juta orang. Sementara untuk tahun 2017 ini jumlah wisman diperkirakan akan mencapai 100 ribu orang, sedangkan jumlah wisnus mencapai 3,5 juta orang.

Saat ini kata Anas ada konsep baru yang sedang ditawarkan untuk pariwisata di Banyuwangi yaitu club beach for woman. Destinasi baru wisata ini yakni pantai khusus wanita dan keluarga. Alasanya, untuk berwisata khususnya wanita dan keluarga, 5 kali lebih tinggi dibanding dengan wisatawan secara individu.

“Kami akan fokus untuk mengembangkan destinasi baru wisata yakni pantai khusus wanita dan keluarga yakni club beach for woman.Segman ini kami sasar karena berdasarkan data, wanita dan keluarga yang melakukan wisata 5 kali lebigh tinggi dari yang beriwsata secara induvidu kata,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam acara launching Banyuwangi Festival (B-Fest) 2017 di Jakarta, Jumat (3/1).

Dikatakannya, Pantai yang terletak di Pulau santen ini dengan panjang 1 km, akan diberi nama Pantai Bidadari. Selain itu akan ada kolam renang khusus perempuan khusunya yang memakai hijab.

Pariwisata di Banyuwangi tidak dapat dipungkiri mengalami kemajuan yang cukup pesat 6 tahun belakangan ini. Lonjakannya mencapai 1000 persen. Sehingga penerbangan ke Banyuwangi kekurangan slot time. Bupati sendiri berulangkali meminta tambahan slot time.

Sementara itu, Menpar Arief Yahya mengatakan, Banyuwangi Festival (B-Fest) merupakan The Best of Event, karena menggelar 72 event dalam setahun.
“Banyuwangi Festival merupakan The Best of Event, karena menggelar 72 event dalam setahun, mengalahkan Solo dengan 52 event dalam setahun,” tegasnya.

Dijelaskan, Arief, B-Fest yang digelar sejak 2012 dan gencar dipromosikan di media digital menjadikan Banyuwangi sebagai destinasi yang paling populer di Tanah Air maupun mancanegara, sehingga tren kunjungan wisman dan wisnus ke daerah ini terus meningkat. Sampai November 2016 kunjungan wisman ke Banyuwangi mencapai 75 ribu sekitar 30 persen mengunjungi Gunung Ijen, sedangkan wisnus sebanyak 2,7 juta atau jauh melampaui target yang ditetapkan. Keberhasilan ini antara lain karena strategi menggunakan digital tourism,” kata Arief.

Dipaparkan, meningkatnya kunjungan wisatawan ke Banyuwangi juga karena ditunjang dengan aksesibilitas transportasi udara (selain transportasi lewat darat bus dan kereta api maupun melalui jalur laut) yang baik.

“Sejak ada penerbangan langsung dari Surabaya – Banyuwangi melalui Bandara Blimbingsari (PP) dan Denpasar – Banyuwangi PP pada 2014 yang lalu kunjungan wisman dan wisnus ke Banyuwangi melonjak tajam,” kata Arief, seraya mengatakan kunci sukses pariwisata Banyuwangi karena berhasil menerapkan digital tourism, konektivitas udara, menyusul homestay (pondok wisata) ketiganya ini merupakan program prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Dari 72 gelaran event B-Fest 2017 akan disajikan Fashion Week (4 Februari), Green & Recycle Fashion Week (25 Maret ), Kebaya Festival (22 April), Festival Sastra (26 -30 April), Agro Expo (13-20 Mei 2017), Festival Durian (20 Mei), Festival Bambu (12-13 Mei ), Seblang (30 Juni & 5 September), Barong Ider Bumi (26 Juni 2017), Seblang (30 Juni & 5 September), festival Barong Ider Bumi (26 Juni), Festival Teknologi Inovatif (19-22 Juli), Festival Video Kreatif (26 Juli), Banyuwangi Batik Festival (29 Juli 2017), Festival Dandang Sewu (4-5 Agustus), Tumpeng Sewu (24 Agustus), Banyuwangi Beach Jazz Festival (2 September), Banyuwangi Sail Yacht Festival (15 September), Kebo-keboan (14 September & 1 Oktober), Internasional Tour de Banyuwangi Ijen (27-30 September), Jazz Ijen (6-7 Oktober), Festival Gandrung Sewu (8 Oktober), Petik Laut (4 & 23 Oktober ), Fish Market (3 Oktober 2017), Banyuwangi Fashion Festival (14 Oktober), 2017), Banyuwangi Ethno Carnival (11 November).(*)