BNI Syariah Sosialisasikan Fatwa Keuangan Industri

BNI Syariah sosialisasikan delapan Fatwa terbaru yang dikeluarkan Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).
Wakil Ketua DSN MUI, Adiwarman Karim menambahkan, fatwa-fatwa yang dikeluarkan tersebut diterbitkan berdasarkan permintaan dan kebutuhan pelaku industri keuangan syariah. “Semua fatwa yang kami terbitkan berasal dari permintaan pelaku industri syariah, untuk mendorong keuangan Syariah kita,” ucapnya.

Ada empat (4) fatwa terkait perbankan syariah dan empat (4) fatwa non perbankan syariah diantaranya,
A. Fatwa Terkait Perbankan Syariah
a. 101/DSN-MUI/X/2016 tentang akad al-ijarah al-Maushufah di al-Dzimmahuntuk produk pembiayaan pemilikan rumah (PPR) inden
b. 103/DSN-MUI/X/2016 tentang Novasi subyektif berdasarkan prinsip syariah
c. 104/DSN-MUI/X/2016 tentang Subrogasi berdasarkan prinsip syariah
d. 105/DSN-MUI/X/2016 tentang penjaminan pengembalian modal pembiayaan mudharabah, musyarakah, dan wakalah bil istitsmar

B. Fatwa Terkait Non Perbankan Syariah
a. 106/DSN-MUI/X/2016 tentang wakaf manfaat asuransi dan manfaat investasi pada asuransi jiwa syariah
b. 107/DSN-MUI/X/2016 tentang pedoman penyelenggaraan rumah sakit berdasarkan prinsip syariah
c. 108/DSN-MUI/X/2016 tentang pedoman penyelenggaraan pariwisata berdasarkan prinsip syariah
d. 109/DSN-MUI/X/2016 tentang pembiayaan likuiditas jangka pendek syariah.

”Kami berharap dengan adanya fatwa-fatwa terbaru DSN MUI ini dapat membuat para pelaku keuangan syariah menjadi lebih terpacu dalam memberikan inovasi terbaru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,”kata Imam Teguh Saptono Dirut BNI Syariah.

Sejalan dengan semangat terus berinovasi tersebut, belum lama ini BNI Syariah mengeluarkan produk bernama Wakaf Hasanah yakni program peer to peer financing berupa mobilisasi wakaf umat kepada proyek-proyek wakaf yang dikelola oleh nadzhir-nadzhir yang kompeten dan professional. Hal ini dilakukan BNI Syariah untuk menjawab semangat masyarakat dalam berwakaf, ”BNI Syariah berharap kedepannya Bank Syariah dapat turut andil sebagai nadzhir/pengelola wakaf sehingga semakin banyak masyarakat yang ingin berwakaf dapat terlayani dengan baik.” lanjut Imam.

Dalam kesempatan tersebut sejalan dengan salah satu fatwa terbaru mengenai pedoman penyelenggaraan rumah sakit berdasarkan prinsip syariah, BNI Syariah melebarkan kerjasama dengan organisasi Mukisi (Majelis Syuro Upaya Kesehatan Islam Indonesia). Kerjasama ini menjadi wahana silaturahmi dan komunikasi antar rumah sakit islam sehingga diharapkan dengan adanya BNI Syariah dapat memberikan warna baru dalam pengelolaan keuangan sesuai syariah.Selain itu untuk menunjang kenyamanan para ulama DSN MUI dalam melaksanakan amanahnya, BNI Syariah memberikan support yang diperuntukan untuk melengkapi fasilitas gedung DSN MUI saat ini.

Selain fatwa-fatwa yang dikeluarkan tersebut, DSN MUI juga meluncurkan dua institusi untuk para pengawas syariah dan pelaku keuangan syariah. Dua institusi tersebut yaitu DSN Institute dan Lembaga Sertifikasi Profesi DSN MUI. DSN Intitute ini akan menjadi pelatihan pengawas syariah dan pelaku dalam industri keuangan syariah.

Sedangkan Lembaga Sertifikasi Profesi DSN MUI disediakan untuk memberikan sertifikasi bagi para pengawas di DSN MUI. “Dengan dua institusi ini diharapkan dapat mendorong keuangan syariah lebih baik lagi pada tahun ini,” kata Adiwarman.(*)