BNI Syariah Tumbuh Hampir 40 Persen

PT Bank BNI Syariah mencatatkan laba Rp228,53 miliar sepanjang 2015. Angka ini tumbuh 39,98 persen dibanding pencapaian pada 2014, karena didukung oleh perbaikan kinerja pembiayaan.

“Pencapaian BNI Syariah di 2015 menjadi momentum untuk terus tumbuh dan berinovasi baik dari produk, layanan dan korporasi menghadapi 2016,” kata Direktur Utama BNI Syariah, Dinno Indiano dalam media gatering di Bogor, belum lama ini.

Dinno menjelaskan, kinerja yang baik didukung oleh pertumbuhan pembiayaan hingga 18,11 persen, atau tumbuh Rp2,72 triliun dari tahun sebelumnya, yakni dari Rp15,04 triliun per Desember 2014 menjadi Rp17,77 triliun, pada Desember 2015.

Pertumbuhan pembiayaan itu didominasi pembiayaan konsumtif 52,71 persen, pembiayaan produktif UKM 22,26 persen, pembiayaan komersial 17,22 persen, pembiayaan mikro 5,62 persen dan pembiayaan kartu Hasanah 2,53 persen.

“Pertumbuhan pembiayaan tetap menjaga kualitas dengan pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) yang tercatat sebesar 2,53 persen,” ujar Dinno.

Pertumbuhan dana pihak ketiga juga meningkat sebesar 16,02 persen, atau sebesar Rp1,82 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp16,25 triliun, menjadi Rp19,32 triliun yang tercatat pada Desember 2015.

“BNI Syariah tetap optimis dan fokus di sektor retail consumer banking yang bersifat kebutuhan dasar, didukung teknologi e-banking melalui kecanggihan SMS dan internet yang terintegrasi dengan BNI,” jelas Dinno.

Pada 2015, BNI Syariah bekerja sama dengan MasterCard Indonesia, melalui produk unggulan kartu haji dan umrah. “Dengan kartu haji dan umrah BNI, para jamaah asal Indonesia dapat melakukan transaksi di seluruh ATM Bank Al-Rajhi berlogo Master Card berbahasa melayu,” paparnya

Dukung Pemerintah Kembangkan Bank Syariah

Bank BNI Syariah bersama industri perbankan syariah lainnya selama ini konsisten mendukung kebijakan pemerintah di sektor ini.

“Pemerintah ke depannya diharapkan dapat membuat program-program baru untuk meningkatkan market share perbankan syariah diatas 5%, sekaligus memanfaatkan keunggulan akad-akad syariah yang dapat dimanfaatkan untuk penghimpunan dana guna pembangunan infrastuktur pemerintah,” ujar  Corporate Communication PT BNI Syariah, Endang Rosawati.

Manajemen BNI Syariah, lanjutnya, selalu menyampaikan, bahwa BNI Syariah bersama dengan industri perbankan syariah mendukung pemerintah untuk terus mendorong kemajuan keuangan syariah di Indonesia.

“BNI Syariah bersama dengan industri perbankan syariah mendukung pemerintah untuk terus mendorong kemajuan keuangan syariah di Indonesia melalui program seperti migrasi dana Haji ke perbankan syariah serta pembentukan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang telah dicanangkan oleh Presiden RI,” jelasnya.

Diharapkan, ke depannya pemerintah dapat membuat program-program baru untuk meningkatkan market share perbankan syariah di atas 5 persen.(*)