Festival Buah dan Pameran Pariwisata Nusantara

Kementerian Pariwisata mendukung Pemerintah Sumatera Utara yang akan menyelenggarakan even Festival Buah dan Pameran PariwisataNusantara. Kegiatan yang diadakan pada Sabtu, 31 Oktober 2015 di Wisma Benteng, Medan. Kegiatan Festival buah Nusantara disinergikan dengan kegiatan pameran pariwisata dan konvensi Internasional Marga Tan, yang dihadiri sekitar 2000 beserta dari berbagai Negara.

Pemilihan Kota Medan sebagai tempat pelaksanaan Festival Buah dan Pameran Pariwisata Nusantara karena, tempat ini memiliki potensi buah lokal yang berkualitas dengan jenis yang beragam seperti: durian Medan, Duku Medan, jeruk Medan dan lainnya dengan rasa yang khasnya dan cukup terkenal di Indonesia

“Festival Buah Nusantara menjadi moment yang cukup bagus untuk memperkenalkan buah lokal Medan kepada para wisatawan Mancanegara dan Nusantara. Diharapkan buah lokal menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri dan Indonesia pada umumnya, dan mengurangi ketergantungan terhadap buah impor. Disamping itu pengembangan budidaya buah, juga diharapkan menjadi destinasi wisata agro yang dapat menarik kunjungan wisatawan. Potensi ini merupakan peluang yang sangat besar bagi masyarakat Indonesia untuk mengembangkan makanan dan minuman khas Indonesia ke mancanegara, yang pada akhirnya semuanya bermuara pada peningkatan pendapatan masyarakat,” kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya pada Pembukaan Festival Buah dan Pameran Pariwisata Nusantara.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta dan minat masyarakat terhadap kuliner tradisional nusantara serta mendorong pemerintah daerah beserta stake holder terkait untuk membangun destinasi kuliner yang berdaya saing serta sekaligus mempromosikan daerah Makasar menjadi tujuan wisata kuliner yang setara dengan daerah lainnya di Indonesia

Target kunjungan wisman tahun 2015 kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia adalah 10 juta dan wisatawan nusantara 255 pergerakan dengan rata-rata pengeluaran 1.100 US $ Rp 750 000 perkunjungan per orang. Jumlah sangat membuka pasar wisata makanan.

Kuliner merupakan produk yang memiliki nilai yang sangat penting dalam industry pariwisata. Bisnis makanan memberikan kontribusi 19,33 % dari total penghasilan industry pariwisata khususnya yang berasal dari wisatawanmanca Negara yang datang ke Indonesia. Pengeluaran makan dan minum merupakan pengeluaran terbesar kedua setelah akomodasi yang kontribusinya mencapai 38,48 % dari total pengeluaran wisatawan mancanegara.

Diharapkan acara ini dapat memberikan semangat masyarakat untuk semakin mencintai budaya Indonesia melalui makanan serta mampu mendorong pemerintah daerah untuk ikut aktif mengembangkan potensi wisata kuliner di daerahnya.(*)