Gaet Turis China Kemenpar Gandeng Baidu

Demi mewujudkan kunjungan wisatawan dari Tiongkok hingga 10 juta di tahun 2019 dan 2 juta tahin 2016 Kementerian Pariwisata bekerjasama dengan perusahaan layanan web terbesar di China.

Baidu merupakan perusahaan layanan internet seperti google yang memberikan informasi segala hal.

“Ada 3 hal yang harus diperhatikan dalam kerjasama ini, pertama intruksi dari Presiden, target wisatawan tiongkok di tahun 2019 10 juta dan 2016 2 juta. Kedua, gunakan Digital Tourism. Ketiga, Gunakan Strategi LBP (Look Book Payment), ucap Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam acara Indonesia To 10 Million China Traveler di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Kamis (25/2/2016).

Pada kerja sama ini, kontribusi Baidu hadir dalam bentuk penyediaan informasi terkait pariwisata Indonesia di posisi teratas hasil pencarian. Selain pada mesin pencarian, informasi pariwisata ini juga akan dihadirkan pada platform Baidu Travel, yang diklaim Bao sebagai referensi utama masyarakat Tiongkok.

“Kalau misalnya ngetik Diving Spot (di Baidu), nanti akan keluar Raja Ampat atau Wakataobi. Mereka akan menarik destinasi Indonesia di rangking teratas,”kata Arief Yahya.

Baidu memiliki sekitar 600 juta user-nya dengan pangsa pasar lebih dari 79%.

Sementara itu Marketing Director Baidu Indonesia, Bao Jialei merasa bersyukur atas kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia kepada Baidu. “Ini sungguh membanggakan kami. Wisatawan Tiongkok yang kini lebih mengandalkan informasi berbasis internet, membuat kami optimis kemitraan ini menciptakan sinergi positif dan kontributif dalam meningkatkan jumlah kunjungan ke Indonesia,” ujar Marketing Director Baidu Indonesia, Bao Jialei. (*)