GMT Momentum Jadikan Belitung Destinasi Kelas Dunia

Kejadian alam yang unik hanya terjadi 350 tahun sekali ini yaitu Gerhana Matahari Total (GMT) 9 Februari 2016 di Indonesia dijadikan sebagai momentum Belitung sebagai destinasi pariwisata kelas dunia. Dimana ditetapkannya Tanjung Kelayang sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

“Kita harapkan KEK Pariwisata Tanjung Kelayang, Belitung ini bisa ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 9 Maret 2016 mendatang. Ini bertepatan momentum GMT yang akan berlangsung serentak melewati 7 kota besar di Indonesia; Tanjung Pandan, Palembang, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, Ternate, dan Sofifi,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam seminar bertajuk “Menuju Destinasi Wisata Kelas Dunia: Fenomena Gerhana Matari Total dan Pengembangan Pariwisata,” yang berlangsung di Hotel BW Tanjung Pandan, Belitung, Senin (22/2).

KEK Tanjung Kelayang merupakan kawasan pantai berpasir putih berada di pesisir utara Pulau Belitung yang berjarak 30 km dari kota Tanjung Pandan. Kawasan yang memiliki keunikan berupa bongkahan batu-batu granit besar ini telah dibangun fasilitas tambat kapal layar wisata (yacht) dan mulai dimanfaatkan para peserta sailinternasional di antaranya Sail Indonesia yang berlangsung pada Maret tahun 2015 yang lalu.

Bagi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, fenomena spektakuler ini merupakan peluang untuk menciptakan pergerakan wisatawan nusantara, bahkan meningkatkan angka jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.

Ada dampak langsung dari moment ini berupa pergerakan sebesar 5 juta wisatawan nusantara di sejumlah jalur Gerhana Matahari (GM), dan akan terjadi 50 ribu pergerakan wisatawan nusantara di 12 wilayah yang terkena Gerhana Matahari Total (GMT).

Sementara untuk kunjungan wisatawan mancanegara di wilayah Gerhana Matahari akan mencapai 100 ribu wisatawan, sementara di sejumlah kota yang tersebar 12 provinsi terjadi Gerhana Matahari Total, akan hadir 10 ribu wisatawan mancanegara.

Sebagaimana kantong kontributor wisman ditetapkan dalam 3 greater. Selanjutnya, dari perkiraan tersebut dampak langsung pendapatan negara dari belanja wisatawan diprediksikan akan mencapai 200 Milyar Rupiah.

Dampak lainnya yang diperoleh dari Fenomena spektakuler ini adalah dampak tidak langsung, berupa perolehan media value. Dr. Arief Yahya, memperkirakan dalam 10 hari, pre-event, on-event dan post-event Gerhana Matahari Total, jika media TV dan Non TV se- Indonesia mengabarkan fenomena spektakuler ini sebanayk 10 kali saja, maka akan senilai dengan belanja media seharga 400 Milyar Rupiah.

GMT 2016 dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan kunjungan wisman karena peristiwa fenomena alam yang langka hanya terjadi dalam 350 tahun sekali itu banyak diminati wisatawan dari kalangan; astronom dan peneliti, komunitas astronomi, fotografer, maupun wisman dan wisnus termasuk masyarakat setempat. Peristiwa GMT mempunyai nilai pemberitaan (value news) dan promosi yang tinggi. Sebagai perbandingan (benchmarking).

Ketika terjadi GMT 2012 di Queensland, Australia berhasil menarik sebanyak 60 ribu pengunjung termasuk 1.200 peneliti dari Jepang yang datang dengan mencater pesawat. Peristiwa tersebut mempunyai nilai promosi yang tinggi karena disaksikan sekitar 20 juta orang lewat NASA live broadcast .

Upaya mensukseskan GMT 2016 dilakukan Kemenpar bersama stakeholderpariwisata antara lain dengan membuatbrand/logo/tagline “Total Solar Eclipse Indonesia 2016”. Kemudian dijadikan sebagai campaign theme di bursa pariwisata internasional seperti ITB Berlin, WTM, JATA, DEMA, Cruise Shipping Miami, dan MATTA. Event GMT 2016 juga dipromosikan di berbagai media cetak dan elektronik internasional, online media, OOH Media (welcome billboard dan Wonderful Indonesia at hot air baloons), mailing list, astronomer online forum, Yahoo Group, sosial media, maupun melaluimerchandise dalam rangka eclipseawareness campaign. Selain itu bekerjasama dengan pelaku usaha pariwisata dipersiapkan paket tour antara lain; eclipse regatta, eclipse goft tour, eclipse trekking or cycling, dan nature wonders package.(*)