Indonesia Sabet Penghargaan Outbond Travel Mart Di India

Wonderful Indonesia menyabet satu lagi penghargaan dari Outbond Travel Mart di Mumbai, India, Minggu (20/2).

Ajang bergengsi yang digelar tersebut Ibdonesia raih dengan tittle: The Winner of The Comprehensive Integrated Participation dari OTM. Ini sangat membanggakan. Bagaimana tidak? Bursa OTM ini adalah travel market terbesar di India, yang diikuti oleh banyak negara, yang mengincar pasar India. Jumlah orang kaya India, yang berpotensi outbond, lebih dari 350 juta orang. Lebih besar dari penduduk Indonesia yang di kisaran 250 juta jiwa.

Di acara yang digelar di Bombay Exhibition Center itu, paviliun Wonderful Indonesia tampak mencolok.

“Kementrian Pariwisata memainkan convergency media, untuk mendapatkan impact yang optimal. Dari media cetak, media luar ruang, media online, media TV, venue pameran, dari tempat registrasi, baik untuk media, buyers, visitors, semua dibungkus dengan logo yang mirip garuda berwarna-warni itu,”kata Vincentius Jamadu, Asdep Asia Pasifik, India dan Australia Kemenpar.

Semua media promo, sampai touch screen, digital information screen, dibranding Wonderful Indonesia. Desian-desain destinasi Bali dengan pura dan pantai-pantai indah, cukup mendominasi OTM Mumbai 2016 kali ini.

Menteri Pariwisata Arief Yahya bangga dengan hasil yang diraih dalam ajang bergengsi tersebut yang memang direncanakan.  “Karena itu masuk akal, Kemenpar raih award the winner of The Comprehensive Integrated Participation dari Outbound Travel Mart 2016-Mumbai,” kata  Arief Yahya.

Pasar India cukup besar sampai 250 ribu wisman ke Indonesia pada 2105 pada pintu Bali, Jakarta dan Medan. Kendati demikian Menpar berharap adanya penerbangan langsung India-Indonesia.
Baik dari kota-kota besar, seperti New Delhi, Mumbai, Bangelore, Chennai, Kalkuta, maupun kota kecil di Asia Selatan itu ke Jakarta Soekarno Hatta, Denpasar Ngurah Rai, maupun Medan Kuala Namu. Semua penumpang dari dan ke India, transit via Singapore dan Kuala Lumpur.

“Kami sudah meminta Garuda Indonesia untuk terbang New Delhi-Jakarta, Chennai-Medan, dan Mumbai-Denpasar sejak 2015 lalu, semoga direalisasi di tahun ini,” tandas Menpar Arief Yahya.

Hanya Indonesia dan Filipina yang mendapatkan piala dan piagam penghargaan itu. Selain itu ada Jepang, Rusia dan UAE yang juga membawa pulang award dari India. Pertanyaannya, mengapa Malaysia Truly Asia tidak dapat apa-apa? “Malaysia tidak partisipasi  di OTM Mumbai, karena turis dari India yang ke Malaysia drop alias terjun bebas tahun 2015 lalu. Mereka menyebut, drop itu lantaran tragedi MH di Ukraina lalu, yang membuat orang takut naik MAS dan ke Malaysia,” jelas Vincensus Jamadu, Asdep Asia Pasifik, India dan Australia itu. (*)