Slank Tebarkan Virus Pesona Indonesia di Palu

Sambut gerhana matahari total (GMT) di Palu Sulawesi Tenggara, Kemenpar hadirkan band musik rock Slank pada 9 Maret besok.

Bukan hanya karena group musik yang dibentuk Bimbim 26 Desember 1983 ini sudah punya massa fanatik di hampir seluruh penjuru negeri. Tapi juga, salah satu pentolan Slenk, Abdee Negara, berasal dari Palu, ibu kota Sulteng.

“Karena itu, hebohnya pasti dua kali lipat. Punya fans fanatik. Juga punya kedekatan, atau proximity dengan publik di Palu. Sudah deh, pasti heboh di sana. Cek saja, kalau masih ada penerbangan menuju ke Palu? Cek juga kalau masih ada akomodasi Palu? Saya jamin sudah sold out semua,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya yang juga suka mendendangkan lagunya Slank “Ku Tak Bisa” itu.

Pengaruh musisi yang mempunyai penggemar dalam jumlah yang besar itu tak bisa dipungkiri dapat menjadi magnet penarik massa. Band yang sudah lebih 30 tahun berkarya ini punya 20 album studio yang dipuja jutaan Slankers.

Mereka menjadi panutan anak muda untuk tampil apa adanya. Bayangkan, berapa besar kekuatan pesan yang akan disampaikan Slank saat GMT menyapa. “Kalau menurut pak Menpar Arief Yahya, Slank itu Messenger tentang nasionalisme kepada masyarakat. Karenanya di GMT nanti, saya meminta tolong Slank untuk menebarkan virus Pesona Indonesia,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sulteng, Siti Norma Mardjanu.

Bagi Slank, ini adalah peluang emas mengenalkan pariwisata Indonesia ke dunia. Hal yang rasa-rasanya tak berlebihan mengingat ribuan turis mancanegara dan wisatawan Nusantara sudah mengepung Kota Palu sejak jauh-jauh hari.

Sekarang, tak ada lagi hotel yang bisa menampung tamu. Semua full booked. Sampai-sampai, ekstra bed ikut kehabisan karena tak lagi bisa menerima lonjakan permintaan kamar. ”Di berbagai kesempatan, kami selalu mencoba memanfaatkan setiap momen untuk menebar ’virus’ Slank. Kali ini, kami lewat GMT, Slank mengajak Slankers dan masyarakat lebih mencintai negerinya. Utamakan semangat PLUR: Peace, Love, Unity, and Respect. Dan Slank akan menebarkan Virus Pesona Indonesia,”  papar Abde.

Sementara itu promotor Total Solar Eclipse Concert, Setiabudi AC Nurdin mengatakan saat black out pagi hari, Slank tidak akan menggelar konser. Mereka akan berada di tengah masyarakat bersama perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif menunggu black out yang akan berlangsung lebih kurang 2 menit 48 detik.(*)