Toraja Marathon 2016 Diikuti 20 Negara

Lari marathon melewati alam Toraja akan digelar pertengahan Agustus dalam Toraja Marathon 2016. Even ini untuk pertama kalinya di gelar dalam acara wisata olahraga (sport tourism) lomba lari marathon bertaraf internasional di kawasan Indonesia Timur.

Penyelenggaraan Toraja Marathon 2016 tersebut selain menjadi media promosi pariwisata yang efektif juga sebagai titik tolak dan milestone kebangkitan pariwisata Tana Toraja sekaligus mendukung program pariwisata nasional Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia dalam mencapai target kunjungan 12 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 260 juta pergerakan wisatawan musantara (wisnus) di Tanah Air pada tahun ini.

Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal, Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Raseno Arya mengatakan, Kemenpar memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Toraja Marathon 2016 sebagai even sport tourism yang dapat mengangkat kembali Toraja yang di era tahun 1980-an pernah menjadi destinasi andalan dan sebagai ikon pariwisata Sulsel. “Belakangan ini banyak even sport tourism antara lain lari marathon tingkat nasional dan internasional sebagian besar diselenggarakan di Indonesia Barat terutama di Jawa. Untuk Toraja Marathon 2016 ini merupakan lomba lari marathon internasional yang pertama di selenggarakan di Sulsel yang juga sebagai salah satu destinasi utama di Indonesia Timur, “ kata Raseno Arya dalam jumpa pers persiapan Toraja Marathon 2016 di Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Selasa (2/8).

IMG_4990

Raseno Arya mengatakan, penyelenggaraan olahraga yang paling sederhana dan banyak digemari masyarakat ini dapat mendatangkan kunjungan wisatawan dalam jumlah besar ke Tana Toraja sekaligus membangkitkan perekonomian masyarakat setempat melalui kegiatan pariwisata. “Even ini akan diikuti 1.000 perserta baik kalangan atlet amatir dan profesional, wisatawan (wisnus dan wisman), warga Toraja dan Sulsel yang tentunya akan terjadi pengeluaran untuk transportasi, akomodasi, maupun cinderamata sehingga menggerakan perekonomian masyarakat,” kata Raseno.

Kemenpar gencar mendorong kegiatan sport tourism internasional di Tanah Air seperti; TdS, Tour de Banyuwangi Ijen , Tour de Bintan (TdB), Tour de Flores (TdF), Musi Tributon, Jakarta Marathon, maupun sebagi tuan rumah penyelenggaraan ajang olahraga internasional MotoGP 2017 dan Asia Games yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang pada 2018 mendatang karena memberikan dampak direct impact dan media value yang tinggi dan mempercepat kemajuan pariwisata daerah. “Dampak dari direct impact dan media value Toraja Marathon ini pada akhirnya akan terlihat dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke Tana Toraja yang tahun 2015 lalu sebanyak 98.498 wisatawan terdiri 82.767 wisnus dan 15.731 wisman atau mengalami pertumbuhan 23%,” kata Raseno.

Menurut Ketua Penyelenggara Toraja Marathon 2016 Sakti Parantean, lomba lari ini marathon ini tidak sekadar adu cepat berlari saja, tapi ada misi mempromosikan Toraja sebagai tujuan wisata budaya maupun wisata alam dan olahraga petualangan atau adventure sport unggulan di Indonesia, khususnya Sulsel,” kata Sakti Parantean.

Menurut Sakti Parantean, hingga kini sudah banyak masyarakat yang mendaftar baik dari masyarakat sekitar seperti Makasar, kota-kota di Jawa, serta wisatawan yang berkunjung ke Toraja antara lain dari Perancis. “Kita harapkan pada penyelenggaraan tahun depan akan diikuti banyak perserta dari mancanegara, termasuk wisman yang berkunjung ke Toraja baik lewat Bali maupun Lombok,” kata Sakti.

Menurut dia acara ini diikuti peserta dari 20 negara dengan konfirmasi 15 negara diantaranya Kenya, Zimbabwe, Singapura, Inggris.

IMG-20160803-WA0011

Panitia Toraja Marathon 2016 berkerjasama dengan Exotica Toraja dan Running Explorer dan mendapat dikungan Kemenpar akan melombakan 4 kategori yakni; 5K, 10K, half marathon 21K, dan full marathon 42K dengan jenis lomba terdiri road marathon dan mix semi trail marathon dengan total hadiah sebesar Rp 200 juta. Untuk lari ini dikenakan biaya 5 KM Rp150 ribu, 10 KM Rp 200 ribu serta katagori 23 KM Rp250/ribu dan Untuk kategori 42 KM dengan biaya Rp450 ribu. Dimana katagori 5 KM dan 10 KM akan start di Rantepao Kabupaten Toraja Utara, sementara untuk kategori marathon akan start di Makale Tana Toraja dan akan finisih di Rantepao. Para pelari dari kalangan atlet amatir dan profesional, wisatawan, dan masyarakat umum saat melewati rute perlombaan akan menikmati pemandangan alam (nature), budaya (culture) , dan buatan (manmande) sebagai daya tarik pariwisata Tana Toraja. (*)