Tour De Ijen Banyuwangi Siapkan Hadiah Rp1 Miliar

Balap Sepeda Internasional Tour de Ijen Banyuwangi 2016 kembali digelar bulan Mei. Event balap sepeda tahunan ke-5 ini akan diikuti dari 20 tim luar negeri dari 29 kewarganegaraan. Hadiah yang disiapkan tahun ini mencapai total Rp 1,5 miliar.

Pebalap tim papan atas Asia antara lain Pishgaman Giant Team, Skydive Dubai Al Ahli, dan Tabriz Shadari Team yang merupakan juara 1, 2, 3 Asia serta tim Eropa seperti Timnas San Marino dan Tim Nasional Irlandia akan hadir. “Pembalap dari Benua Amerika juga dipastikan hadir. Tim luar negeri yang memastikan berlaga di ItdBT hingga sekarang ada 12 tim,”kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas usai Jumpa Pers Tour de Banyuwangi Ijen di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (28/3).

Para peserta ITdBI 2016 nantinya akan ditantang untuk menyelesaikan seluruh lintasan yang terdiri empat etape sepanjang 567 kilometer.

Rute ini ditempuh dengan melintasi berbagai destinasi wisata, mulai wisata pantai, perkebunan, sentra pertanian, keliling kota hingga kaki Gunung Ijen yang dikenal dengan fenomena blue fire-nya.

Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) 2016 yang akan digelar 11-14 Mei. Kejuaraan yang kini di Persatuan Balap Sepeda Internasional (UCI) tercatat berkategori 2.2 itu, diharapkan bisa naik kelas ke 2.1 di event.

“Kami sekarang punya beberapa event kategori 2.2, yaitu Tour de Singkarak, Tour de Ijen ini, dan dulu Tour de ISSI. Tahun ini ada juga Tour de Flores yang juga 2.2. Itu artinya, kita sudah sanggup menggelar kegiatan berkategori itu. Oleh karena itulah kita harus naik kelas dan punya event dengan kategori 2.1,” ujar Okto.

Dengan upaya keras Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Okto optimistis TdBI bisa ditingkatkan kategorinya menjadi 2.1.

Menpar Arief Yahya mengatakan, penyelenggaraan even sport tourism ITdBI yang memasuki tahun ke-5 ini dampaknya telah dirasakan langsung oleh masyarakat dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke Banyuwangi serta semakin membaiknya kejahteraan masyarakat melalui kegiatan pariwisata yang diperlihatkan dengan meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat Banyuwangi dari semula Rp 20,8 juta per orang/tahun pada 2010 menjadi Rp 38 juta per orang/tahun pada 2015 atau melonjak hingga 62%.

“Penyelenggaraan sport tourism bertaraf internasional memberikan direct impact dan media value yang tinggi. Even ITdBI ini selain mendongkrak pariwisata Banyuwangi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Menpar didampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Ketua Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari.

Arief Yahya menjelaskan, efek ekonomi pariwisata langsung dari penyelenggaraan even tersebut antara lain hotel menjadi penuh karena ratusan peserta terdiri para pembalap berikut rombongannya dari puluhan negara dan para penggemar olahraga balap sepeda datang dan menginap di hotel serta membelanjakan uangnya di sana. Selain itu gencarnya pemberitaan media terhadap even ITdBI menjadi promosi yang efektif sehingga mendongkrak pariwisata Banyuwangi yang tahun ini mentargetkan kunjungan 50.000 wisman meningkat dari tahun lalu 40.000 wisman dan 2 juta pergerakan wisnus dari tahun lalu 1,7 juta wisnus.

Tingginya direct impact dan media value dari even sport tourism internasional ini, menurut Menpar Arief Yahya, menjadi salah satu alasan mengapa Kemenpar gencar mendorong kegiatan wisata olahraga di Tanah Air seperti; Tour de Singkarak (TdS), Tour de Bintan (TdB), Tour de Flores (TdF), Musi Tributon, Jakarta Marathon, maupun sebagi tuan rumah penyelenggaraan ajang olahraga internasional MotoGP 2017 dan Asia Games 2018 di Jakarta dan Palembang. (*)