Wow! IORA 2017 Guncang Dunia Maya

Nama Indonesia kembali ngehits di kalangan netizen. Semua
tanpa diminta, tanpa direka-reka, kompak mempromosikan even yang akan digelar di Jakarta Convention Center, 5-7 Maret 2017 lewat hashtag. #IORA2017. Hingga Sabtu siang (4/3), #IORA 2017 menempati posisi ketiga dalam daftar trending topic twitter nasional.

“Itulah dahsyatnya media sosial. Yang membuat netizen menggunjingkan
IORA (Indian Ocean Rim Association, red) adalah kekuatan kreativitas,”
jelas Menpar Arief Yahya, Sabtu (4/3).

Kebetulan, menteri asal Banyuwangi itu ikut diplot menjadi salah satu
panelis dalam acara IORA Businees Forum. Menpar dijadwalkan akan
memaparkan kerjasama pariwisata Indonesia dengan negara anggota dan mitra wicara IORA.

Bagi Menpar, KTT IORA ini sangat strategis. Maklum, jumlah penduduk di
kawasan ini mencapai 2,7 miliar jiwa. Dan kawasannya dilalui setengah dari kontainer dunia‎. Angka sebesar itu setara dengan sepertiga kargo dunia, dan dua per tiga shipment energi dunia.

Kedahsyatan tadi masih ditambah lagi dengan delegasi yang hadir.
Setidaknya ada 21 kepala negara/pemerintahan, delapan organisasi dan
tujuh negara mitra yang bakal hadir di JCC.. Komposisinya terdiri dari
21 anggota IORA yang 4 negara di antaranya merupakan anggota negara G20. Sementara 6 dari 7 mitra wicara IORA di dalamnya juga merupakan
negara G20.

Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Kemenpar, Dadang Rizky juga terperanjat melihat respons netizen yang sangat kuat. Menirutnya,
momentum ini sangat pas untuk menjelaskan prospek Indonesia dalam
mengembangkan pariwisata dan konektivitas melalui pembangunan
infrastruktur yang berkesinambungan dan merata di seluruh penjuru
nusantara. Termasuk di 10 destinasi pariwisata prioritas yang dijadikan sebagai ‘Bali Baru’.

“Saya sangat surprise dengan respon netizen ini. Gerakannya ternyata
lumayan massif. Ini bisa menjadi tambahan daya tarik untuk menawarkan kerjasama investasi di 10 destinasi pariwisata prioritas kepada para investor dari negara anggota IORA,” ucap Dadang.

Di IORA 2017 nanti, Indonesia sudah menyiapkan enam prioritas untuk
dibahas di KTT IORA. Pariwisata, ada dalam bahasan prioritas yang
sudah disiapkan bersama keamanan dan keselamatan maritim, fasilitas perdagangan dan investasi, manajemen risiko bencana, manajemen perikanan, akademi dan iptek, serta pertukaran budaya. (*)