Warga sekitar mengeluhkan keberadaan limbah sebuah pabrik roti yang menimbulkan bau menyengat dan dipenuhi belatung. Pabrik tersebut berlokasi di Ruko Centra Onderdil Blok C Nomor 10/11, Kelurahan Pejuang, Bekasi Timur, dan diketahui bernama PT Ponu Kreasi Kuliner yang bergerak di bidang makanan, khususnya produksi roti.
Menurut keterangan warga, aktivitas pabrik tersebut telah berjalan sekitar tiga tahun, namun hingga kini tidak terlihat adanya plang atau papan nama perusahaan. Kondisi limbah yang dibiarkan menumpuk di depan ruko membuat warga sekitar merasa terganggu dan resah.
Arif, salah satu warga sekitar, mengungkapkan keluhannya.
“Aduh pak, tiap hari ada saja belatung yang masuk ke teras saya,” ujarnya dengan tegas.
Keluhan serupa disampaikan Kamal, warga lainnya.
“Setiap pagi saat ada meeting, belatung merayap masuk ke kantor kami. Kami sudah menegur pihak bosnya, tapi belum ada perubahan,” katanya.
Ketua LPLHK, Arfan Arfian, turut menyoroti permasalahan tersebut.
“Saya tunggu kabarnya ya Bu, biar hari Kamis semuanya jelas,” tegasnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, limbah produksi terlihat menumpuk di depan area pabrik dan dipenuhi belatung, sehingga menimbulkan bau tidak sedap. Hal ini diduga melanggar aturan pengelolaan limbah dan kebersihan lingkungan.
Saat awak media bersama pengurus LPLHK mendatangi lokasi dan mencoba mengonfirmasi pihak perusahaan, salah satu staf PT Ponu Kreasi Kuliner menyampaikan,
“Kalau bapak-bapak ingin bertemu dengan bos, nanti saya telepon dulu kapan bos siap,” ujarnya.
Warga berharap pihak terkait, baik dari pemerintah daerah maupun instansi pengawasan lingkungan, segera turun tangan dan bertindak tegas sesuai aturan yang berlaku, demi menjaga kesehatan dan kenyamanan lingkungan sekitar.(*)

