Pendidikan dan kesehatan merupakan dua bidang pelayanan dasar yang sangat penting dan menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah.

Oleh karena itu DPRD Kabupaten Bekasi terus memberikan support dalam agenda rapat-rapat gabungan yang berkenaan dengan persoalan di kedua bidang tersebut.

Pandangan tersebut diutarakan oleh Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Fatma Hanum.

“Pendidikan dan kesehatan menjadi aspek yang juga harus diperhatikan dalam rencana pembangunan. Selama dua bidang pelayanan dasar itu masih menyisakan PR maka itu akan terus menjadi persoalan,” ucap Fatma Hanum belum lama ini.

Fatma menegaskan, perlu adanya komunikasi yang baik antara dinas terkait agar menghasilkan output yang dibutuhkan oleh masyarakat terkait infrastruktur di bidang pendidikan dan kesehatan sehingga persoalan tersebut dapat menjadi solusi melalui rencana program pembangunan daerah.

 

“Perlu adanya komunikasi antara Dinas Kesehatan dan Pendidikan dengan Dinas Pembangunan yang dalam hal ini menjadi user. Sehingga apa yang dibutuhkan dengan apa yang harus dibangun itu yang harus disinkronkan,” katanya.

Fatma menyebutkan, DPRD Kabupaten Bekasi terus memberikan support dalam agenda rapat-rapat gabungan yang berkenaan dengan persoalan di kedua bidang tersebut.

“Rute pembangunan daerah yang dilaksanakan oleh Pemkab Bekasi di tahun 2022 saat ini, yang berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan sudah sesuai jalurnya. Sehingga diharapkan rencana pembangunan daerah di tahun 2023 juga sesuai dengan usulan kebutuhan yang diajukan,” ujarnya.

“Terutama di tahun ini ya, sudah ada perbaikannya. Artinya realisasi pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah sesuai dengan daftar usulan yang diajukan,” terangnya.

Menurutnya, Kabupaten Bekasi yang memiliki 3 juta penduduk, harus mendapatkan pelayanan dasar di Puskesmas. Dari data tersebut maka idealnya Kabupaten Bekasi memiliki sebanyak 100 Puskesmas.

“Dari segi infrastruktur di bidang kesehatan, saat ini kita baru memiliki sekitar 50an puskesmas. Jadi kalau secara hitungan rata-ratanya melayani 300 orang itu yang idealnya,” pungkas Fatma. (*)