Wisata Belitung memiliki keunikan sendiri dengan  keindahan alamnya yang indah. Dalam hal kebersihan Belitung cukup bersih namun tetap waspada masyarakatnya saat pandemi Covid-19.
Hal itu dikatakan Hari Santosa Sungkari, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomoi Kretif bersih-bersih Pantai Tanjung Binga dalam acara Sosialaisasi CHSE (Cleanliness, Health and Environtmental Sustainable). Acara tersebut digelar guna mensosialisasikan protokol kesehatan bagi masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 saat ini.

“Saya sudah lihat Belitung dari Bangka. Destinasi disini tidak banyak sampah masyarakat juga lebih ramah sehingga saya tidak ada tantangan berat melakukan ini .. Memang membiasakan mengenakan masker masyarakat perlu waktu berbulan-bulan. Kita harus persuasif tapi juga represif. Di jakarta hari ini parah juga dengan persuasif tidak berjalan mungkin ada cara lain. Tapi disini tidak perlu,” jelas Hari Jumat (11/09/2020).

Keberisihan alam hijau Belitung lanjut Hari sudah ada sudah lama bertahun-tahun lalu. “Berarti sudah sapta pesona. Ada bersih, indah sejuk ada ramah. Dan sekarang ada kenangan. Tapi ada sesuatu yang baru dibanding dahulu yaitu protokol covid. Walaupun banyak yang hijau tapi tetap protokol kesehatan. Karena ada pendatang turis kita tidak tahu ada OTG atau tidak,”ujarnya.

Hari menekan untuk menjaga kapasitas (caring capacity). Dengan begitu program yang diingkan akan berjalan mengikuti. “Tetap pakai masker kalau kita jaga bisa naik kedatangan pariwisata tetapi ingat jaga caring capacity.¬† Rumusnya caring capacity 50 dari kapasitas,”jelasnya.

Saat ini kata Hari destinasi atau tujuan wisata menjadi rujukan adalah destinasi terbuka dimana ada komitmen Menpar dan Menteri LH destinasi terbuka yang menyatu dengan alam seperti gunung, laut. “Ini lebih sehat. Untuk tempat-tempat tertutup biasakan tempat terbuka seperti hotel-hotel tertutup untuk membuka makan diruang terbuka seperti diteras agar terbuka perputaran udara. Biasakan kerja ditempat pertukaran udara. Beberapa hotel sudah melaksanakan. Jangan kerja dari pagi sampai sore tidak kena matahari. Ruang tertutup pakai ac. Itu potensial,”tekan Hari.

Hari berkaca dengan keadaan sekarang dan kembali mengingatkan aturan mainnya dalam dunia pariwisata. “Tapi kita tetap ingatkan jangan sampai lepas kontrol. Ada satu daerah baru buka next 100 persen. Diluar negeri juga banyak itu kita lihat. Seperti Melbourn baru buka lock down lagi. Karena baru dibuka orang euforia. Hindari euforia tetap kita jaga semuanya. Ingat untuk apa. Bukan kedatangan wisata tapi untuk kesejahteraan rakyat didaerah¬† setempat kalau kita bisa jaga. Bukan bersih pangkal sehat tapi bersih pangkal sejahtera. Karena bersih orang datang belanja disini baru sejahtera,” serunya.

“Kita tunjukkan kita positif vaksin pasti ada. Kita disentil lagi supaya jaga lingkungan positif saja jangan nyalah-nyalahin. Kunci maju adalah disiplin. Jangan evoria.Selalu berpikir ada solusi mulailah diri sendiri,” tutup Hari.(*)