Agar masyarakat aman dan nyaman dalam melakukan kegiatan berwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus mendorong tempat-tempat wisata dan sektor yang mendukungnya dengan pemberlakuan kartu vaksin.

“Ini menjadi suatu keharusan. Supaya industri pariwisata dapat kembali bangkit, kepercayaan masyarakat untuk dapat berwisata dengan aman. Kebijakan penggunaan kartu vaksin untuk memasuki tempat wisata pun terus digodok,”ujar Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno pada Weekly Press Briefing secara virtual Senin (30/08/2021).

Saat ini sudah diterapkan seperti Kebun Raya Cibodas yang beroperasi sejak Rabu (25/8) lalu sudah mewajibkan wisatawan
yang datang untuk menunjukkan surat bukti telah memperoleh vaksin Covid-19 minimal dosis pertama, sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus corona.

Untuk itu ungkapnya Kemenparekraf terus menggenjot sentra vaksinasi di berbagai daerah. Dengan target dapat melakukan vaksinasi hingga 95 persen, sampai dengan Minggu (29/8) lalu, sekitar 281.269 masyarakat telah tervaksinasi di 37 sentra vaksinasi kolaborasi Kemenparekraf dengan berbagai pihak.
“Harapannya, kita dapat mengejar target 450.000 masyarakat pada
September 2021, khususnya pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif divaksinas,”ujarnya.

Selain itu untuk didaerah-daerah dalam menerima kunjungan wisatawan jika tempat-tempat wisata mulai banyak
dibuka telah dilakukan koordinasi dengan Pemda, Pemkab, Pemprov serta berkoordinasi
dengan PHRI.

“CHSE sendiri akan terus kami genjot, laporan per Senin (23/8) lalu sudah ada 1.154 usaha pariwisata yang telah teraudit, dengan harapan di akhir pelaksanaan target 6200 usaha
dapat tersertifikasi. Sertifikasi CHSE memang belum dilihat sebagai salah satu faktor penentu terkait pembukaan kembali usaha pariwisata. Meski demikian, sertifikasi CHSE ini dapat
meningkatkan daya saing objek wisata dan juga akan menggambarkan kesiapan tuan
rumah dalam menyambut wisatawan,” paparnya.

“Berdasarkan data yang di himpun, diprediksi akhir September 2021 angka COVID-19 akan melandai. Hal itu sembari kita menyiapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin di destinasi
wisata dan sentra ekonimi kreatif dan juga dengan upaya mengakselerasi vaksinasi. Pada intinya,
semua peluang yang ada harus kita maksimalkan dan apapun tantangannya harus kita lewati dan
diantisipasi dampak negatifnya,”lanjutnya.

Sandi juga menambahkan Aplikasi Peduli Lindungi juga akan menjadi basis untuk memindai pengunjungan hingga
pekerja di destinasi pariwisata. Dimana berharap aplikasi ini dapat dimasifkan, sehingga di tiap kegiatan, aplikasi ini menjadi standar.

Kami juga berencana dan saat ini masih dalam tahap pembahasan untuk melakukan
kolaborasi dengan Kementerian terkait untuk memaksimalkan peran dan fungsi dari aplikasi PeduliLindungi yang nantinya akan dapat mengasistensi dan juga memfasilitasi berbagai kebutuhan masyarakat tentang protokol kesehatan, informasi vaksin, hingga crowd control di destinasi,”pungkasnya.(*)