Dnas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi akan segera berkoordinasi dengan pengelola kawasan industri dan perusahaan untuk bekerja sama dalam membuka lowongan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Suhup mengatakan, selama ini ada perusahaan yang memang tidak terbuka dalam penerimaan lowongan kerja (loker).

“Makanya kami akan turun langsung ke lapangan dengan harapan mampu menekan angka pengangguran,” kata Suhup, Kamis (12/11/20).

Ia mengatakan, mulai tahun depan Disnaker Kabupaten Bekasi akanĀ  memperbanyak kegiatan pelatihan bagi para calon tenaga kerja agar bisa menyiapkan sumber daya manusia yang siap pakai dan produktif.

Selain itu pihaknya juga akan lebih gencar lagi menyosialisasikan peraturan bupati dan peraturan daerah terkait kesempatan kerja dengan target mampu menekan angka pengangguran sebesar tujuh hingga delapan persen.

“Setelah sosialisasi kemudian para pencari kerja lokal ini akan kami berikan pelatihan selama satu bulan diteruskan dengan kegiatan magang selama tiga bulan. Nanti semua dibiayai oleh Pemkab Bekasi,” katanya.

Suhup menambahkan, untuk mengatasi angka pengangguran di Kabupaten Bekasi dibutuhkan sinergi pemangku kebijakan.

“Seperti Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dalam hal menyiapkan lulusan SMA dan SMK yang terampil juga Disdukcapil agar tidak terlalu membuka akses pendatang yang ingin bekerja di sini agar kesempatan kerja warga lokal terpenuhi,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, angka pengangguran di Kabupaten Bekasi mengalami peningkatan dari 9 persen pada tahun 2019 menjadi 11,54 persen pada 2020.

Suhup mengatakan pandemi Covid-19 menjadi faktor penyebab meningkatnya jumlah pencari kerja di Kabupaten Bekasi meski angkanya tidak terlalu signifikan.(*)