{"id":10954,"date":"2026-10-27T22:41:04","date_gmt":"2026-10-27T15:41:04","guid":{"rendered":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/?p=10954"},"modified":"2026-11-01T23:34:06","modified_gmt":"2026-11-01T16:34:06","slug":"bmkg-peringatkan-potensi-bencana-hidrometereologi-basah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/index.php\/bmkg-peringatkan-potensi-bencana-hidrometereologi-basah\/","title":{"rendered":"BMKG Peringatkan Potensi Bencana Hidrometereologi Basah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left;\">Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi basah pada akhir 2026 hingga awal 2027.<\/p>\n<div class=\"archives post post1 mt20\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-12 col-lg-8\">\n<div id=\"fontResizableText\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-md-9 col-lg-9 col-xs-12\">\nKepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengatakan, awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mundur sekitar 20 hingga 30 hari.<\/p>\n<p>Meski sifat hujan diprediksi normal, curah hujan akan terkonsentrasi dalam durasi yang lebih pendek sehingga perlu diantisipasi sejak dini.<\/p>\n<p>\u201cJumlah hujan yang turun relatif sama, tetapi durasinya lebih pendek. Untuk akhir tahun ini hingga awal tahun depan, bencana hidrometeorologi basah perlu kita waspadai bersama,\u201d ujar Ketua BMKG kepada wartawan menjelang rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026.<\/p>\n<div><\/div>\n<p>Selain mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, BMKG juga memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah yang masih mengalami tingkat kebakaran cukup tinggi.<\/p><\/div>\n<div class=\"col-md-9 col-lg-9 col-xs-12\">\n<p>Untuk mendukung penanganan tersebut, operasi modifikasi cuaca (OMC) dilakukan secara masif dengan mengerahkan sembilan pesawat di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan serta enam pesawat di Sumatera Selatan.<\/p><\/div>\n<div><\/div>\n<div class=\"col-md-9 col-lg-9 col-xs-12\">\n<p>\u201cHarapannya, minggu ini menjadi periode basah sehingga ada potensi hujan. Kami akan bekerja keras untuk memadamkan semaksimal mungkin kebakaran yang terjadi, khususnya di dua provinsi yang saat ini masih memiliki tingkat kebakaran cukup tinggi, yaitu Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah,\u201d kata Teuku Faisal.<\/p><\/div>\n<div class=\"col-md-9 col-lg-9 col-xs-12\">\n<p>BMKG memperkirakan potensi pertumbuhan awan di Kalimantan Tengah cukup tinggi mulai hari ini hingga lima hari ke depan. Sementara di Sumatera Selatan, potensi pertumbuhan awan diprediksi meningkat mulai besok hingga lima hari berikutnya.<\/p><\/div>\n<div class=\"col-md-9 col-lg-9 col-xs-12\">\n<p>Operasi modifikasi cuaca dilakukan bersama BNPB, Kementerian Kehutanan, dan TNI, dengan mengombinasikan penggunaan dry ice dan NaCl atau garam serta memanfaatkan pesawat Hercules dan CN-295 milik TNI.<\/p><\/div>\n<div class=\"col-md-9 col-lg-9 col-xs-12\">\n<p>Untuk memetakan potensi karhutla, BMKG juga telah menyiapkan data wilayah berisiko tinggi hingga tingkat kecamatan untuk periode mingguan sampai akhir November. Pemetaan tersebut menjadi bahan koordinasi dengan BNPB dan instansi terkait dalam menentukan lokasi prioritas penanganan.<\/p><\/div>\n<div class=\"col-md-9 col-lg-9 col-xs-12\">\n<p>Adapun data luasan lahan yang masih terbakar diminta dikonfirmasi langsung kepada Kepala BNPB agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap satu pintu.(*)<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi basah pada akhir 2026 hingga <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/index.php\/bmkg-peringatkan-potensi-bencana-hidrometereologi-basah\/\" title=\"BMKG Peringatkan Potensi Bencana Hidrometereologi Basah\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10955,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[499],"tags":[],"newstopic":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v20.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>BMKG Peringatkan Potensi Bencana Hidrometereologi Basah - Indonesia True | Kenali Negerimu Cintai Negerimu<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengatakan, awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mundur sekitar 20 hingga 30 hari.\u00a0Meski sifat hujan diprediksi normal, curah hujan akan terkonsentrasi dalam durasi yang lebih pendek sehingga perlu diantisipasi sejak dini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/index.php\/bmkg-peringatkan-potensi-bencana-hidrometereologi-basah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"BMKG Peringatkan Potensi Bencana Hidrometereologi Basah - Indonesia True | Kenali Negerimu Cintai Negerimu\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengatakan, awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mundur sekitar 20 hingga 30 hari.\u00a0Meski sifat hujan diprediksi normal, curah hujan akan terkonsentrasi dalam durasi yang lebih pendek sehingga perlu diantisipasi sejak dini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/index.php\/bmkg-peringatkan-potensi-bencana-hidrometereologi-basah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Indonesia True | Kenali Negerimu Cintai Negerimu\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-27T15:41:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-11-01T16:34:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Screenshot_20261101_233134_Chrome.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"872\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"933\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"pesonaindonesia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"pesonaindonesia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/index.php\/bmkg-peringatkan-potensi-bencana-hidrometereologi-basah\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/index.php\/bmkg-peringatkan-potensi-bencana-hidrometereologi-basah\/\"},\"author\":{\"name\":\"pesonaindonesia\",\"@id\":\"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/#\/schema\/person\/1fa07615cc66593813928b24efc66f28\"},\"headline\":\"BMKG Peringatkan Potensi Bencana Hidrometereologi Basah\",\"datePublished\":\"2026-10-27T15:41:04+00:00\",\"dateModified\":\"2026-11-01T16:34:06+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/index.php\/bmkg-peringatkan-potensi-bencana-hidrometereologi-basah\/\"},\"wordCount\":319,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Iklim\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/index.php\/bmkg-peringatkan-potensi-bencana-hidrometereologi-basah\/\",\"url\":\"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/index.php\/bmkg-peringatkan-potensi-bencana-hidrometereologi-basah\/\",\"name\":\"BMKG Peringatkan Potensi Bencana Hidrometereologi Basah - Indonesia True | Kenali Negerimu Cintai Negerimu\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-10-27T15:41:04+00:00\",\"dateModified\":\"2026-11-01T16:34:06+00:00\",\"description\":\"Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengatakan, awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mundur sekitar 20 hingga 30 hari.\u00a0Meski sifat hujan diprediksi normal, curah hujan akan terkonsentrasi dalam durasi yang lebih pendek sehingga perlu diantisipasi sejak dini.\",\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/index.php\/bmkg-peringatkan-potensi-bencana-hidrometereologi-basah\/\"]}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/\",\"name\":\"Indonesia True | Kenali Negerimu Cintai Negerimu\",\"description\":\"IndonesiaTrue.com \/ best destination in indonesia \/ indonesia travel information \/ indonesia holiday destinations \/ indonesia tour and travel\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/#organization\",\"name\":\"Indonesia True | Kenali Negerimu Cintai Negerimu\",\"url\":\"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/WhatsApp-Image-2020-10-14-at-2.50.56-PM-e1602672023415.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/WhatsApp-Image-2020-10-14-at-2.50.56-PM-e1602672023415.jpeg\",\"width\":1107,\"height\":371,\"caption\":\"Indonesia True | Kenali Negerimu Cintai Negerimu\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/#\/schema\/person\/1fa07615cc66593813928b24efc66f28\",\"name\":\"pesonaindonesia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c39f15b24d7636b6b1de08396d15a4bd?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c39f15b24d7636b6b1de08396d15a4bd?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"pesonaindonesia\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/indonesiatrue.com\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"BMKG Peringatkan Potensi Bencana Hidrometereologi Basah - Indonesia True | Kenali Negerimu Cintai Negerimu","description":"Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengatakan, awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mundur sekitar 20 hingga 30 hari.\u00a0Meski sifat hujan diprediksi normal, curah hujan akan terkonsentrasi dalam durasi yang lebih pendek sehingga perlu diantisipasi sejak dini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/index.php\/bmkg-peringatkan-potensi-bencana-hidrometereologi-basah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"BMKG Peringatkan Potensi Bencana Hidrometereologi Basah - Indonesia True | Kenali Negerimu Cintai Negerimu","og_description":"Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengatakan, awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mundur sekitar 20 hingga 30 hari.\u00a0Meski sifat hujan diprediksi normal, curah hujan akan terkonsentrasi dalam durasi yang lebih pendek sehingga perlu diantisipasi sejak dini.","og_url":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/index.php\/bmkg-peringatkan-potensi-bencana-hidrometereologi-basah\/","og_site_name":"Indonesia True | Kenali Negerimu Cintai Negerimu","article_published_time":"2026-10-27T15:41:04+00:00","article_modified_time":"2026-11-01T16:34:06+00:00","og_image":[{"width":872,"height":933,"url":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Screenshot_20261101_233134_Chrome.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"pesonaindonesia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"pesonaindonesia","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/index.php\/bmkg-peringatkan-potensi-bencana-hidrometereologi-basah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/index.php\/bmkg-peringatkan-potensi-bencana-hidrometereologi-basah\/"},"author":{"name":"pesonaindonesia","@id":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/#\/schema\/person\/1fa07615cc66593813928b24efc66f28"},"headline":"BMKG Peringatkan Potensi Bencana Hidrometereologi Basah","datePublished":"2026-10-27T15:41:04+00:00","dateModified":"2026-11-01T16:34:06+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/index.php\/bmkg-peringatkan-potensi-bencana-hidrometereologi-basah\/"},"wordCount":319,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/#organization"},"articleSection":["Iklim"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/index.php\/bmkg-peringatkan-potensi-bencana-hidrometereologi-basah\/","url":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/index.php\/bmkg-peringatkan-potensi-bencana-hidrometereologi-basah\/","name":"BMKG Peringatkan Potensi Bencana Hidrometereologi Basah - Indonesia True | Kenali Negerimu Cintai Negerimu","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/#website"},"datePublished":"2026-10-27T15:41:04+00:00","dateModified":"2026-11-01T16:34:06+00:00","description":"Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengatakan, awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mundur sekitar 20 hingga 30 hari.\u00a0Meski sifat hujan diprediksi normal, curah hujan akan terkonsentrasi dalam durasi yang lebih pendek sehingga perlu diantisipasi sejak dini.","inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.indonesiatrue.com\/index.php\/bmkg-peringatkan-potensi-bencana-hidrometereologi-basah\/"]}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/#website","url":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/","name":"Indonesia True | Kenali Negerimu Cintai Negerimu","description":"IndonesiaTrue.com \/ best destination in indonesia \/ indonesia travel information \/ indonesia holiday destinations \/ indonesia tour and travel","publisher":{"@id":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/#organization","name":"Indonesia True | Kenali Negerimu Cintai Negerimu","url":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/WhatsApp-Image-2020-10-14-at-2.50.56-PM-e1602672023415.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/WhatsApp-Image-2020-10-14-at-2.50.56-PM-e1602672023415.jpeg","width":1107,"height":371,"caption":"Indonesia True | Kenali Negerimu Cintai Negerimu"},"image":{"@id":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/#\/schema\/person\/1fa07615cc66593813928b24efc66f28","name":"pesonaindonesia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c39f15b24d7636b6b1de08396d15a4bd?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c39f15b24d7636b6b1de08396d15a4bd?s=96&d=mm&r=g","caption":"pesonaindonesia"},"sameAs":["http:\/\/indonesiatrue.com"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10954"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10954"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10954\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10956,"href":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10954\/revisions\/10956"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10955"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10954"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10954"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10954"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.indonesiatrue.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=10954"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}