Tahap awal Kabupaten Bekasi akan menerima sebanyak 12.000 dosis vaksin Covid-19 pada Rabu (27/01/2021).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Provinsi Jawa Barat Juanita Paticia Fatima.

“Berdasarkan jadwal, berangkat dari gudang vaksin provinsi Rabu pukul 08.00 WIB,” katanya.

Pengiriman awal di tahap pertama, kata dia, sebanyak 12.000 dosis yang dikemas dalam 300 dus berukuran kecil di tujuh kotak pendingin sehingga dapat dipastikan tersimpan secara aman selama perjalanan.

“Ini adalah pengiriman tahap pertama. Kemenkes akan mengirimkan secara bertahap. Untuk alokasi ditentukan oleh Kemenkes. Intinya secara bertahap semua nakes akan divaksinasi,” ungkapnya.

Nita menjelaskan pengiriman tahap pertama vaksin untuk Kabupaten Bekasi dijadwalkan dalam dua kali distribusi sesuai dengan kapasitas penyimpanan vaksin.

“Sesuai alokasi pusat, jumlah yang diterima Kabupaten Bekasi 22.520. Besok Rabu pengiriman tahap pertama sebanyak 12.000 dosis,” ujarnya.

Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi, dr Alamsyah mengatakan pihaknya sudah menyiapkan gudang farmasi milik pemerintah daerah di Kecamatan Tambun Selatan.

“Kapasitas penyimpanan di gudang tersebut bisa mencapai 200.000 vaksin,” katanya.

Ia menyebut pengiriman vaksin tahap pertama untuk Kabupaten Bekasi akan diberikan untuk tenaga kesehatan, termasuk jajaran Forkopimda.

“Kami sudah menyiapkan 46 rumah sakit, 44 Puskesmas dan satu klinik sebagai lokasi vaksinasi tenaga medis, sedangkan untuk Forkopimda rencananya di Puskesmas Cikarang Utara sekaligus mengawali vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bekasi,” kata Alamsyah.

Kementerian Kesehatan mengalokasikan sebanyak 22.520 dosis vaksin Sinovac untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Kabupaten Bekasi yang akan diberikan untuk para tenaga kesehatan.

“Penentuan alokasi berdasarkan data yang disampaikan dinas kesehatan setempat,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, Minggu (24/01/21).

Nadia menjelaskan alokasi vaksin di tiap daerah termasuk Kabupaten Bekasi sesuai kebutuhan tenaga kesehatan yang telah diusulkan sebelumnya oleh dinas kesehatan setempat.(*)