Penjabat (Pj) Bupati Bekasi, Dani Ramdan, merotasi lima pejabat eselon II dari delapan orang yang direncanakan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi. Kebijakan tersebut, dilakukan untuk penyegaran dalam organisasi.

“Ini saya lakukan untuk penyegaran pada tingkat pejabat eselon II,” kata Dani, usai melantik lima pejabat pimpinan tinggi pratama, di Komplek Perkantoran Pemkab Bekasi, Senin (25/07/2022).

Menurutnya, ini sebagai tahap awal dari rencana perombakan struktur di lingkungan Pemkab Bekasi, yang selama ini selalu tertunda.

Dani mengakui, masih terdapat setidaknya 112 jabatan lain yang belum terisi, dan rencananya bakal dilakukan pada pekan ini. Sedangkan kelima orang yang dilantik ini, merupakan pejabat eselon IIb, atau setingkat kepala dinas.

Setelah sekian lama, akhirnya kami bisa melakukan rotasi dan mutasi pejabat tinggi pratama. Besok, sudah langsung kami ajukan untuk rotasi gelombang berikutnya,” terang Dani

Adapun lima pejabat eselon II yang dirotasi tersebut, yakni Jaoharul Alam sebagai Asisten Administrasi Umum pada Sekretariat Daerah Kabupaten Bekasi (sebelumnya menjabat Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian dan Statistik), dan Edi Rochyadi sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan (sebelumnya Asisten Daerah III).

Selanjutnya, Yana Suyatna dilantik sebagai Kepala Dinas Perhubungan (sebelumnya Asisten Daerah I), Suhup sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau DPMPTSP (sebelumnya Kepala Dinas Ketenagakerjaan) dan Sutia Resmulyawan sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (sebelumnya kepala DPMPTSP).

Lanjut Dani, pelantikan para pejabat eselon II ini, dilakukan setelah pihaknya mendapat persetujuan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), serta rekomendasi dari Komite Aparatur Sipil Negara (KASN).

Dani menegaskan, dirinya telah memberi instruksi khusus kepada kelima pejabat baru tersebut. Kepala Dinas Ketenagakerjaan, ditugaskan untuk melanjutkan program penanggulangan pengangguran dan optimalisasi Corporate Social Responsibility (CSR).

“Untuk Dinas Penanaman Modal, harus menjaga rangking satu realisasi investasi dan juga mampu menyerap tenaga kerja,” ucap Dani.

Sedangkan bagi para Asisten Daerah, diinstruksikan untuk mengawal perwujudan kota pintar dan reformasi birokrasi. Kemudian bagi Kepala Dinas Perhubungan, Dani memberi perhatian penuh pada penertiban uji kendaran bermotor atau uji berkala yang kerap dikeluhkan warga.

“Ada juga rencana provinsi untuk membangun terminal baru tipe A, agar dikawal oleh Dishub. Kemudian untuk Staf Ahli, nanti menjadi anggota tetap Tim Percepatan Pembangunan Daerah,” tegasnya.

Kemudian setelah dilakukan pelantikan, tambah Dani, Pemkab Bekasi langsung melayangkan surat permohonan rotasi pejabat gelombang kedua. Sebab, masih terdapat sedikitnya 112 jabatan kosong dan sampai saat ini belum terisi.

Pengajuan rotasi yang kedua langsung kami kirimkan ke Mendagri melalui Gubernur Jawa Barat. Karena prosesnya lumayan panjang, jadi harus segera dikirimkan,” ucap Dani.

Dani juga menjelaskan, jabatan kosong itu terdiri dari 12 jabatan eselon II, atau setingkat kepala dinas, dan 100 di tingkat eselon III dan IV. Rencananya, eselon II akan diisi melalui lelang jabatan, sedangkan eselon III dan IV, melalui penilaian menggunakan sistem merit.

“Betul masih ada 100 jabatan kosong, ditambah 12 pada eselon III dan IV. Mudah-mudahan, izin dan rekomendasinya dapat turun dengan segera, sehingga proses pengisian jabatan kosong ini bisa dilakukan secepatnya,” pungkas Dani.(*)