Bekasi Eka Supria Atmaja meninjau kegiatan simulasi dalam rangka persiapan pembelajaran tatap muka yang akan diselenggarakan pada Januari mendatang.

Diawali dengan meninjau SD Negeri 02 Desa Karang Raharja Kecamatan Cikarang Utara. Bupati Bekasi melanjutkan dengan meninjau SMP Negeri 3 Cikarang Utara, pada Selasa (15/12/2020).

Bupati mengatakan, bahwa Pemerintah Pusat telah mengeluarkan keputusan untuk memberikan kewenangan kepada Pemerintah Daerah dalam menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.

Di Kabupaten Bekasi sendiri, kata Eka, ada 814 sekolah yang akan menjalankan pembelajaran tatap muka. Diantaranya SD yang berjumlah 708 sekolah, serta SMP 96 sekolah.

“Tentu saja harus ada persiapan-persiapan, seperti ijin dari Pemerintah Daerah, sudah layak atau belum. Kesiapan pihak sekolah dan juga ijin dari orang tua murid,” ujarnya.

Selain itu, Pemerintah Daerah juga ikut menyiapkan ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan di sekolah untuk mendukung kesehatan para siswa dan guru.

“Seperti toilet yang bersih dan layak, sarana tempat mencuci tangan memakai sabun, adanya Hand Sanitizer dan disinfektan,” ucapnya.

Eka menambahkan, para siswa dan guru juga wajib memakai masker dan cek suhu tubuh sebelum masuk ke area sekolah. Kemudian para guru juga harus mengikuti test Swab dan rapid test secara berkala.

Setiap kelas hanya boleh diisi 50 persen dari kapasitas ruang kelas yang ada, agar para peserta didik dapat menjaga jarak pada saat kegiatan belajar mengajar.

“Atau bisa juga nanti dibikin beberapa shift. Misalkan shift satu pagi hari nanti siangnya ada lagi. Selain itu, kita juga tidak mengijinkan ada kegiatan ekstra kulikuler, atau fasilitas lainnya yang menyebabkan terjadinya kerumunan,” ucapnya

Selain itu, Pemerintah Daerah akan terus melakukan evaluasi terhadap efektifitas penyelenggaraan pembelajaran tatap muka, untuk memastikan dalam kesiapan mengahadapi new normal.

“Apabila ada siswa yang memang suhu tubuhnya tinggi disediakan ruang isolasi. Dan pihak sekolah akan menghubungi puskes terdekat agar nantinya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya

Bupati berharap kegiatan belajar tatap muka di Kabupaten Bekasi yang rencananya akan dimulai pada bulan Januari 2021, dapat berjalan dengan baik. Serta agar anak-anak nantinya dapat belajar tatap muka dengan nyaman tanpa takut akan penyebaran Covid-19 di lingkungan mereka belajar nanti. Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat, agar terhindar dari penularan virus Covid-19.(*)