Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Bekasi siapkan langkah jitu untuk meningkatkan daya saing para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Langkah tersebut dengan menyiapkan program pelatihan dan  pendampingan.

“Kita ingin UMKM ini naik kelas sehingga kedepannya tak hanya berikan pelatihan, tapi juga akan diperkuat dengan pendampingan,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi, Iyan Priyatna, Jum’at (11/12/2020).

Selama ini, diakui Iyan, pendampingan terhadap para pelaku UMKM masih belum maksimal lantaran keterbatasan anggaran.

“Padahal pendampingan itu perlu, sebab kita juga harus berkompetisi dengan pasar-pasar global,” kata dia.

Selain pendampingan dalam hal biaya produksi dan managemen keuangan, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga akan berupaya melakukan pendampingan dalam hal pemasaran produk UMKM. Sebab, kendala utama yang sering dikeluhkan yakni dalam hal pemasaran atau penjualan produknya.

“Kita sedang upayakan kemitraan (dengan tokok retail) agar produk-produk UMKM ini juga dapat terpasarkan dengan baik. Ini kan sudah ada perdanya, cuman belum ada Peraturan Bupatinya. Kita akan buat perbupnya terkait kemitraan, intensif usaha, penyusunan ruang usaha, dan lain sebagainya,” paparnya.

Selain dilakukan secara konvensional, pemasaran juga harus dilakukan secara online.

”Soalnya kalau dijual di warung  atau di toko yang beli paling tetangga kita saja. Tetapi kalau di online yang beli dari mana-mana. Sekarang itu zamannya e-commerce jadi harus dimanfaatkan juga. Ini yang akan menjadi salah satu materi dalam pendampingan itu,” tandasnya.(*)